Begitu cantik Tuhan merias takdir
Hingga mataku dibutakan oleh sosok insan itu
Menumbuhkan sayapku yang selalu ingin mengepak ke arahnya
Berbondong angin mengipaskan harum senyuman manisnya
Tak ada lapar dan haus saat ini
Hanyalah para malaikat sedang tunduk padaku, dan bunga-bunga yang terus bersembunyi karena kekalahannya
Tak henti-hentinya bibir ini tersenyum kaku
Terbayang sosok dia yang melintas bagai matahari yang ramah
Tajam, tanpa menyilaukan
Oh Tuhan
Aku tak percaya cinta
Aku hanya percaya takdir
Tapi kenapa aku seperti ini
Jika memang harus seperti ini,
Maka jadikan dia takdirku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar