Senin, 27 Juli 2009

DETAK 4: Meledak Pula Tangis Mereka

Tertegun saat melihat sanak membangkai

Teriris saat potongan tubuh terkumpul tak berrupa

Menangis saat mereka sadar bahwa semua itu nyata

Serpihan kulit yang bercampur pecahan kaca

Ceceran darah yang memerahkan asap kepedihan

Inilah maha karya ledakan karma, oleh tangan trampil pencabut nyawa

Bahkan malaikat pun hanya bisa diam, entah dia berani menulis sesuatu atau tidak

Bom itu tak mengerti apa arti kesedihan

Bom itu tak mengerti apa arti kehidupan

Bom itu tak mengerti apa arti kecaman

Bom itu tak mengerti apa arti kebenaran

Teriak sekencang apapun tak mampu kembalikan nyawa

Hingga tak tahu, kapan tawa akan kembali ada

Tidak ada komentar: