Saat kuucap nama indahnya
Entah mengapa hatiku meronta, dan jantungku berontak keras
Bola mataku mati pada satu arah
Gelap tapi jelas
Wajah yang selama ini mengganggu lelapku
Inilah virus yang sedang menghimpit nafasku
Karena tiap udara kuhirup, perasaan cinta menusuk tiap tulangku
Inikah aku insan terkutuk?
Yang membuatku roboh tersungkur ke pangkuan rembulan
Rembulan polos yang membelai rambutku, tapi dengan selalu bisikkan kata cinta
Aku pun terlelap, hingga terjatuh di jurang tepi surga
Aku bangun dan bertanya,
Apa lagi semua ini....